Bismillahirrahmanirrahim..
Bersyukur sekali pagi ini, aku merasa segala urusan begitu
mudah dijalani.
Rutinitas pagi kami berangkat ke sekolah, sebelumnya sempat
pula menjemur pakaian dengan sat set sambil motor dipanaskan. Begitu beres saya
dan kak umay segera berangkat.
Perjalanan normal yang kami tempuh ke sekolah biasanya
sekitar 20 menit dengan jarak 11 Km dari rumah. Separo perjalanan kami mampir
dulu isi bensin karena takut tanki kering dan kehabisan di tempat yang tidak
tepat. Begitu selesai kita lanjutkan perjalan, baru sekitar 30 meter dari
tempat isi bensin tiba-tiba tali koopleng motor putus dan saya pun segera
menepi dan menyalakan sign kiri. Akhirnya menepi.
Jam sudah menunjukan 7.10 dan semua ini benar-benar di luar
prediksi. Ada seorang bapak yang sedang jogging, saya pun memanggil beliau dan
meminta bantuan untuk diagnose kerusakan motor, kata beliau tali kawat
koplengnya putus.
“Berarti harus ditangani di bengkel ya pak”, ujarku. Sambil mengedarkan
pandangan di sepanjang jalan raya, belum ada took atau bengkel yang buka. Bapak
yg jogging itupun berlalu.
Di sebelah kiri kulihat ada toko buah yang tadi sempat
membuka sedikit pintunya. Saya pun menemui pemilik toko yang sedang menggendong
anak perempuannya dengan gendongan depan M shape.
“Permisi kakak, mau minta bantuan ini kak, motor saya mogok
di depan sana, boleh saya titip parkir di sini kak?”, ungkapku dari balik pintu
jarring kawatnya yang masih tertutup.
“Oh..iya kak, letak di pinggir ini aja.” Ucapnya sambil
menunjuk ke arah tepi tokonya.
“Baik kak, terimakasih banyak ya.” Balasku dengan lega.
“Umay yuk bantu bunda dorong motornya ya”, aku pikir ini
akan sulit karena posisi kami tepat di pendakian dan di ujung persimpangan gang,
apalagi mau mencari bantuan orang lalu Lalang sibuk antar anak dan berangkat
kerja semua dengan kendaraan. Setelah posisi gear netral dan kami berdua
berusaha naik ke teras toko buah. Alhamdulillah berhasil dengan lancar dengan perjuangan
tenaga umay.
Kami berusaha tidak panik dan segera mencari Solusi berikutnya
untuk melanjutkan perjalanan ke sekolah. Salah satunya adalah menggunakan
bantuan taxi online. Saya menyadari di ponsel tidak ada aplikasi taxol dan
tidak ada paket maupun pulsa.
Beberapa meter dari toko buah kami mampir ke warung gerobak,
ada gerobak minuman dan satu lagi jual pulsa.
“Permisi kak, ada punya aplikasi Maxim ga kak, motor saya
mogok, bisa bantu orderkan?” ucapku pada gadis berhijab yang sedang menyapu
bagian depan outletnya.
Sambil mencek hpnya di bilang, “oh aplikasinya saya download dulu ya kak”.
Ternyata belum ada aplikasi di hpnya.
“Yaudah kak, ga papa, coba saya tanya abang yang sebelah ya”,
ucapku meninggalkannya dan beralih ke penjual pulsa. Seorang lelaki muda berkaos
hitam rambut ikal dengan tubuh gemoy sedang merapikan etalasenya.
“Bang bisa bantu saya orderkan maxim atau grab, motor saya
mogok dan kami mau ke sekolah?”
Dia langsung utak atik HP nya.
“tujuannya ke mana kak?”
“SDS Mutiara ya bang, mobil ya bang”.
Sambil menunggu mobilnya datang, saya sekalian top up pulsa
ke si abang.
Semua proses berlangsung cepat dan mobilpun sudah datang.
Setelah mengucapkan terimakasih, kami pun berlalu dan
menaiki mobil sigra putih.
Pak sopir minta izin untuk ambil jalan lewat gate 2 agar
bisa tancap gas di atas 40 km/jam karena melihat kami sudah terlambat ke
sekolah, pkl 7.17 wib.
Qadarullah menjelang lampu merah kendaraan sudah menumpuk,
di sebelah kanan dipenuhi dengan truk dan mobil tanki.
“Uni, sepertinya ada kendaraan yang mogok atau terjadi
sesuatu ini, biasanya kan lancar”
“iya mungkin pak”, bisa jadi bapak ini merasa bersalah
dengan keputusannya.
“Tidak masalah, kita nikmati aja perjalanan ini”, ucapku
dalam hati.
Kami pun mengobrol sepanjang perjalanan mulai dari kemana tujuan
kami, pekerjaan saya, tentang Muhammadiyah, tentang pak polisi,tentang kami
yang ternyata berasal dari Agam, tentang tunggul hitam, dan tentang pekerjaan si
bapak dahulu sebelum pension, mulai dari jobdesnya hingga alur proses produksi
minyak, yang beliau ceritakan dengan antusias dan happy.
Alhamdulillah pkl 7.40 kami sampai di sekolah dengan selamat.
Hari ini terimakasih pada orang-orang baik : bapak pejalan
kaki, Ibu Ridho Apel, kakak dan abang
kedai gerobak, bapak maxim.
Terkhusus pak Suami yang sesampai sekolah langsung kukabari
tentang kami dan kondisi motor lewat chat WA. Hanya sekedar berkabar karena
beliau siang ini akan ke luar kota, tentu aku tidak mau merepotkannya, sebab
saya sudah ancang rencana bawa motornya ke bengkel terdekat sekitar pkl 9 pagi.
Tiba-tiba 30 menit kemudian nelpon memberitahu kalau
motornya sudah dibawa beliau ke bengkel dengan kunci Cadangan yang ada di rumah.
Alhamdulillah, semua yang terjadi kehendakNya dan Dia juga
yang bantu ngatur semuanya, Makasih Tuhan.
tiada sempat dokumentasi, cerita ini pun jadi.
Komentar
Posting Komentar